Minggu, 07 Juli 2024

VEKTOR KELAS 10

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak peristiwa yang berkaitan dengan besaran vektor. Ketika Anda naik sebuah perahu di sungai Musi, Anda pasti menginginkan arahnya tegak lurus terhadap arus sungai. Arah gerak perahu tidak akan lurus tiba di seberang, melainkan bergeser searah gerak aliran air. Vektor adalah salah satu jenis besaran pada fisika yang memiliki nilai dan arah. Fenomena fisika yang termasuk dalam besaran vektor yaitu kecepatan, percepatan, gaya, momentum dan lainnya.

Sabtu, 29 Juni 2024

 Jurnal Refleksi Dwi Mingguan, Pendidikan Calon Guru Penggerak Modul 1.1

Syarifah Suniati, S. Pd, M.PFis _ SMA Negeri 3 Seulimeum

Sabtu, 29 Juni 2024

Jurnal Refleksi dwimingguan ini merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh calon guru penggerak. Sebagai calon guru penggerak disini saya akan merefleksi seluruh rangkaian kegiatan selama mempelajari modul 1.1. yaitu tentang REFLEKSI FILOSOFI PENDIDIKAN NASIONAL KI HAJAR DEWANTARA.

Dalam mengerjakan tugas ini saya menggunakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway,  melalui pertanyaan sebagai berikut:

Facts(Peristiwa) :

  1. Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat aksinyata ke dalam kelas?
  2. Apa hal baik yang saya alami dalam proses A tersebut?
  3. Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini?
  4. Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?

Feelings (Perasaan):

  1. Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung?
  2. Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas?
  3. Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut.

Findings (Pembelajaran):  

  1. Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses
  2. Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?

 Future (Penerapan)

  1. Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan
  2. Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?

Dibawah ini adalah hasil refleksi yang telah saya lakukan :


Facts (Peristiwa

Ketika saya diumumkan lulus sebagai calon Guru Penggerak Angkatan 11, ada rasa haru dan Bahagia di hati saat itu. Hati dan perasaan saya di penuhi oleh pikiran akan hal-hal positif yang akan saya rasakan ketika menjadi Calon Guru Penggerak. Pengetahuan saya akan di penuhi hal-hal baru yang akan saya pelajari, saya akan memiliki komunitas baru yang memiliki visi dan misi yang sama, yaitu bagaimana bisa menciptakan pembelajaran yang terbaik, menciptakan inovasi dan ide-ide demi kemajuan pembelajaran Pendidikan di Aceh Besar. Pembelajarannya dilakukan secara  daring melalui LMS PMM.

Setelah mendapatkan jadwal untuk pelaksanaan Pendidikan GGP seluruh CGP Angkatan 11 mengikuti Pembukaan yang dilakukan serentak untuk PGP angkatan 11 ( CGP regler, CGP Rekognisi. CGP Dasus, dan Intensif) sejumlah 32.279 peserta  secara daring yang resmi di buka oleh Kemendikbuk bidang Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Prof. Dr .Nunuk Suryani pada tanggal 13 Juni  2024 melalui zoom  https://youtu.be/nAdDzSGYpmc?si=1LTza1zmzmZQgtV

 




Selanjutanya kegiatan pembuakan oleh BGP ACEH Pukul 14.00 WIB kami juga mengikuti Zoom bersama bapak ibu dari BGP Aceh



Setelah pembukaan kami semua mengunggah Faktak integritas di LSM. Pada Tgl 14 memulai kegiatan CGP dengn  Pres-test di LSM PMM dan mulai mengerjakan tugas dan pembelajaran. Seperti pengantar yang berikan materi modul1.1, Mulai dari diri sendiri dan eksplorasi konsep modul 1.1.

Loka karya Orientasi di laksanakan pada hari sabtu tanggal 23 Juni 2024 bertempatkan di AULA SMA Negeri Modal Bangsa Aceh Besar, dengan menghadirkan seluruh CGP Bersama Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. Pengajar praktik Bapak Edi Kurniawan yang memandu jalannya kegiatan di hari itu benar-benar membuat suasana yang terasa tidak mengenakan menjadi cair dan rileks.

Ada beberapa hal yang kami lakukan seperti membuat kesepatan kelas, mempresentasikan harapan dan kendala, hingga merencanakan kegiatan yang akan di lakukan selama mengikuti pendidkan Guru Penggerak. Saya di dampingi oleh Wakil Kepala sekolah karena Kepala sekolah sedang bertugas luar daerah. Namun beliau menaruh harapan besar, memotivasi dan mendukung seutuhnya kegiatan ini.




Banyak hal yang ternyata yang harus dilakukan, dari memahami materi Modul 1.1 tentang Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara, menerapkannya di kelas dan sekolah, mendokumentasikannya, berdikusi di ruang Gleet, membuat presentasi, video atau apappun itu yang benar-benar sangat mengasah kemampuan dan benar-benar menambah pengetahuan kami bagaimana memberikan Pendidikan seperti yang di gagas oleh KHD. Fasilitator maupun Pengajar Praktik benar-benar memotivasi agar kami bisa melaksanakan semua alur kegiatan di LMS dengan sebaik-baiknya.

Poto forum diskusi sama fasil








elaboasi dengan Instruktur



Felling (Perasaaan)

Selama dua minggu ini melaksanakan Pendidikan guru penggerak. Banyak hal yang saya rasakan selama menjalani Pendidikan ini. Rasa khawatir untuk tidak bisa menyelesaikan Pendidikan, takut tidak bisa menjankan pembelajarannya secara maksimal, rasa insecure dengan Peserta CGP lainnya yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang lebih hebat. Disini saya belajar banyak dari Youtube, untuk menyelesaikan tugas yang saya tidak mengerti, dan berdiskusi dengan teman teman satu group. Kami sering melalukan zoom di meet untuk berdiskusi dikarenakan kondisi kami yang tidak mungkin berkumpul secara tatap muka, karena kondisi kami yang sangat berjauhan. Tapi hal ini bukan menjadi satu penghalang, kami tetap selalu diskusi dan sharing segala tugas secara bersamaan. Mulai dari tugas bersifat individual ataupun sifat secara kelompok.

Findings (Pembelajaran)

Banyaknya ke khawatiran- khawatiran yang saya rasakan tentunya banyak pelajaran pula yang bisa saya dapatkan dari semua rasa itu. Untuk pembelajaran di di forum belajar karena kami belum mulai seolah. Jadi kami belajar dengan teman kelompok dan juga PP serta Fasil. Saya berupaya mencari cara, bukan hanya seberapa banyak ilmu yang sudah saya transfer ke teman teman seperjuangan saya, hal ini saya lakukan untuk bisa membantu teman teman saya. Karena bagi saya disaat saya bisa berbagi ilmu kepada teman – teman saya disitu saya merasa bahagia sendiri. Apa yang saya lakukan ini membuat mereka bisa lebih tertarik untuk belajar sepenuh hati. Seperti rasa insecure yang saya rasakan pada teman CGP lainnya, saya merasa seperti inilah perasaan peserta didik saya ketika mereka mengatakan bahwa FISIKA dengan serta merta saya berusaha untuk terus memberikan semangat kepada anak anak murid saya untuk menanamkan pemikiran yang positif kepada mereka. Saya sering mengatakan “ anak anak mari sekarang kita tanamkan dihati kita , SAYA PASTI BISA. Dengan demikian akan dating semangat – semangat positif kepada peserta didik dan juga anak anak merasa senang. Hal ini sudah sesuai dengan  pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu pembelajaran yang berpihak kepada murid. Dan saya menanyakan pada diri saya pribadi , Semaksimal apa pelayanan yang saya berikan untuk mereka, baik secara kodratnya mereka yang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Saya mendapatkan ilmu-ilmu baru yang sangat bermanfaat untuk di terapkan guna meningkatkan kompetensi saya sebagai seorang pendidik tentunya dengan menerapakan Dasar- dasar Pemikiran Ki Hajar Dewantara seperti yang saya tuangkan pada Video Demontrasi Kontekstual link youtube  https://youtu.be/GDM402qho4M?si=BmXAz8Q2surALslK 


Untuk Pendidikan CGP ini, lingkungan/circle pertemanan dan keluarga benar-benar menjadi pendukung yang bisa membangkitkan motivasi tersendiri. Di saat kita merasa Lelah dan berputus asa, ada teman yang tetap memberikan semangat dan dorongan untuk terus maju dan tak berputus asa. Untuk keluarga saya harus bisa lebih belajar bagaimana mengefisiensikan waktu, antara urusan pekerjaan dan keluarga. Belajar untuk tidak menyia-nyiakan waktu.

 

Future (Penerapan)

Sebagai seorang pendidik yang telah memahami seperti apan Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara, mau tidak mau saya harus bisa berbenah diri, memperbaiki secara keseluruhan sistem yang salah  dalam pembelajaran saya. Harus bisa lebih banyak menggali unsur- unsur kebudayaan daerah yang bisa diangkat dalam pembelajaran.

Menerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid, menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Dan tentu ini tidak akan bisa di lakukan dengan hanya menunggu dan berdiam diri, kita harus bisa tergerak untuk terus belajar, bergerak mencari pengetahuan-pengetahuan baru, dan menggerakkan murid, guru, teman sejawat, komunitas, hingga masyarakat untuk bisa memajukan Pendidikan di daerah kita khususnya.

Berupaya untuk bisa mempublikasikan seperti apa penerapan Pendidikan KHD di kelas/sekolah saya, agar guru lainnya dan masyarakat bisa memahami pula seperti apa Pendidikan yang di harapkan oleh bangsa untuk bisa mencetak pelajar-pelajar Pancasila.








Senin, 24 Juni 2024

  


Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1? 

Ki Hajar Dewantara memberikan pemikirannya tentang Dasar-dasar Pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara, Pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. sebelumnya saya mempelajari modul 1.1 yang saya lakukan dalam kelas sebagai guru Fisika
  1. Saya berpikir bahwasanya siswa harus mendengarkan setiap kali saya menyampaikan materi, duduk tenang tanpa ada aktivitas lainnya. karena belajar Fisika itu butuh keseriusan dalam belajar. dan kadang gak mengizinkan siswa untuk keluar izin dari kelas daat pelajaran saya sedang berlangsung.

  2. Saat itu saya berpikir bahwa siswa harus pandai di mata pelajaran saya, bahkan tak segan saya juga memberikan sanksi tiap kali ada siswa yang bolos atau bahkan tidak mengerjakan PR yang saya berikan. Jadi pembelajaran terkesan monoton dan membosankan bukan hanya bagi anak tapi bagi saya pribadi juga.

Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini? 

Setelah mempelajari Pemikiran KHD dalam modul 1.1 ini, pandangan saya berubah. Dimana Anggapan saya tentang keempat hal di atas yang saya yakini selama ini adalah sebuah kekeliruan besar. Anggapan

  1. Saya berpikir bahwasanya siswa harus mendengarkan setiap kali saya menyampaikan materi, duduk tenang tanpa ada aktivitas lainnya. karena belajar Fisika itu butuh keseriusan dalam belajar. dan kadang gak mengizinkan siswa untuk keluar izin dari kelas daat pelajaran saya sedang berlangsung. Merubah perilaku dengan mengemas pembelajaran lebih menarik agar motivasi belajar siswa meningkat. Memberikan kebebasan pada anak untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan kemampuan, minat, bakat dan kreatifitas-nya.

  2. Saat itu saya berpikir bahwa siswa harus pandai di mata pelajaran saya, bahkan tak segan saya juga memberikan sanksi tiap kali ada siswa yang bolos atau bahkan tidak mengerjakan PR yang saya berikan. Tidak lagi memberikan sanksi pada siswa yang lupa atau bahkan tidak bisa mengerjakan tugas yang saya berikan

Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD? 

Langkah awal yang akan saya terapkan agar kelas yang saya ampuh bisa mencerminkan pemikran KHD adalah 


  1. Meyakinkan diri sendiri bahwa setiap anak memiliki bakat dan minat masing- masing sesuai kodrat alamnya kemudian tugas saya sebagai pendidik hanyalah menuntun kodrat alamnya tersebut agar dapat berkembang kearah yang lebih baik dan bisa mengikuti kodrat zamannya.
  2. Saya akan mencoba menerapkan pembelajaran yang berbasis permainan karena kodrat anak adalah bermain sehingga pembelajaran bisa menyenangkan bagi anak-anak. 
  3. Lalu saya akan mencoba pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan anak artinya saya sebagai seorang guru akan memberikan ruang, kesempatan, dan fasilitas seluas-luasnya agar anak mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan bisa mengembangkan bakat dan minat pada diri anak-anak didik saya.
  4. Merancang pembelajaran yang inovatif dan interaktif dengan melibatkan peserta didik/ siswa
  5. Mengintegrasikan permainan dalam pembelajaran
  6. Pembelajaran yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.’
  7. Menerapkan sistem among (menuntun bukan menuntut).
  8. Pembelajaran yang mengutamakan aspek budi pekerti.
  9. Menerapkan konsep merdeka belajar dan mengintegrasikan setiap pembelajaran dengan pencapaian profil pelajar pancasila.
  10. Menerapkan pembelajaran berbasis kearifan local dan budaya setempat

Jadi kesimpulannya, pendidikan adalah menuntun anak sesuai dengan bakat dan minatnya. Pendidikan juga harus mengajarkan budi pekerti dan berhamba pada anak. Menuntun di sini mempunyai arti bahwa pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya hidup, tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Dalam proses menuntun, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai pamong dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Di sini pendidikan berpihak pada anak. 

Jadilah seorang pedidikan yang dapat menerapkan Filosofi KHD, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani memiliki arti :

  1. Ing Ngarsa Sung Tuladha : pendidikan harus senantiasa membawa kebaikan yang ditunjukkan melalui perilaku daripada insan-insan pendidikan. Guru senantiasa memberi contoh yang baik bagi siswanya baik dalam perilaku sehari-hari maupun budi pekertinya. (Teacher as rule model)
  2. Ing Madya Mangun Karsa : di tengah harus bisa membangkitkan semangat siswanya apabila mereka mulai lelah dalam belajar. Motivasi sangat diperlukan dalam hal ini.
  3. Tut Wuri Handayani : di belakang harus memberi dorongan supaya menghasilkan SDM yang tangguh dan siap bersaing dalam kancah Internasional.


Syarifah Suniati, S.Pd,M.PFis
CGP Angkatan 11 
SMA Negeri 3 Seulimeum

Jumat, 14 Oktober 2022

Pengukuran Fisika Kelas 10

 


Pengkuruan adalah kegiatan membandingkan nilai besaran yang diukur dengan besaran lain yang sejenis yang telah ditetapkan sebagai satuan. Misalnya, Sobat Pintar melakukan kegiatan pengukuran panjang meja dengan pensil. Dalam kegiatan tersebut artinya kalian membandingkan panjang meja dengan panjang pensil.

Rabu, 12 Oktober 2022

SOAL ULANGAN HARIAN FISIKA

Kerjakan Soal Online Dibawah Ini

MATERI FISIKA KELAS 7

 Silahkan baca pada tulisan Satu Guru Satu Blog Ikatan Guru Indonesia dengan Founder Amin Mungamar / Mr.mug

link download Kalender Pendidikan


Satu Guru Satu Blog Ikatan Guru Indonesia

 

Sagusablog adalah salah satu jenis kegiatan yang diselenggarakan oleh IGI (Ikatan Guru Indonesia) yaitu pelaihan online untuk guru-guru diseluruh Indonesia. Dalam pelatihan ini para peserta diharapkan mampu membuat blog sendiri dengan panduan dari para mentor yang telah terpilih. Ada dua jenis Sagusablog yaitu Sagusablok Dasar dan Sagusaablok Lanjutan.