GERAK
LURUS
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan anak mampu:
- Menjelaskan karakteristik benda yang disebut bergerak
- Menganalisis besaran-besaran fisis pada gerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap) dan gerak lurus dengan percepatan konstan (tetap) berikut penerapannya dalam kehidupan sehari-hari misalnya keselamatan lalu lintas
- Menyajikan data dan grafik hasil percobaan gerak benda untuk menyelidiki karakteristik gerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap) dan gerak lurus dengan percepatan konstan (tetap) berikut makna fisisnya.
B. Uraian Materi
Pada kegiatan pembelajaran ini anak akan
belajar tentang besaran-besaran gerak lurus seperti: Posisi, Perpindahan,
Jarak, Waktu, Kelajuan dan Kecepatan, percepatan dan perlajuan serta kalian
juga akan belajar tentang gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah
beraturan (GLBB). Di pertemuan sebelumnya kalian telah mempelajari tantang
besaran vektor dan skalar. Sebagai kegiatan awal berdasarkan apa yang kalian
ketahui, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini
Apakah
yang dimaksud dengan gerak ?
Kapan
suatu benda dikatakan bergerak ?
1.
Gerak
a.
Pengertian
Gerak
Gerak adalah proses berpindahnya suatu
benda dari satu titik ke titik lain. Syarat utama benda dikatakan bergerak
adalah adanya perubahan posisi benda terhadap titik acuan. Karena titik acuan
bisa berbeda-beda, maka gerak benda bersifat relatif. Artinya, benda yang
bergerak menurut acuan A belum tentu bergerak untuk acuan B. Salah satu jenis
gerak yang umum adalah gerak lurus. Sesuai dengan sebutannya, gerak lurus
adalah gerak benda yang lintasannya berupa garis lurus atau lintasan yang
relatif lurus pada selang waktu tertentu.
![]() |
| Gambar Titik acuan |
Pada
suatu hari Juma berangkat dari rumah menuju ke sekolah untuk membeli belajar. Jika
kita tinjau gambar di atas, terdapat dua titik acuan yaitu rumah sebagai titik
acuan 1 dan sekolah sebagai titik acuan 2. Jika kita menggunakan rumah sebagai
titik acuan, maka juma dikatakan bergerak menjauh
dari titik acuan sedangkan jika kita menganggap pasar sebagai titik acuan maka
juma dikatakan bergerak mendekati
titik acuan.
b.
Posisi
atau Kedudukan
Posisi merupakan besaran vektor yang
menyatakan kedudukan suatu benda terhadap titik acuan. Kedudukan tersebut
dinyatakan dalam besar dan arah.
![]() |
Gambar : Ilustrasi Posisi atau Kedudukan sumber :https://dessytarunaputri.wordpress.com/kelas-ix/gerak/ |
Pada gambar di atas. Jika titik B sebagai acuan maka Posisi A = - 4 meter dari A Jika titik B sebagai acuan maka Posisi C = 4 meter dari B Sebuah benda dikatakan bergerak jika posisinya telah berubah terhadap titik acuan.
c.
Jarak
dan Perpindahan
Jarak adalah panjang keseluruhan
lintasan yang ditempuh. Sedangkan, perpindahan adalah panjang perubahan posisi.
Perpindahan (Δr) adalah perubahan posisi benda dalam waktu tertentu.
Perpindahan dapat dirumuskan sebagai berikut:
|
|
Seseorang berlari ke arah timur sejauh 400 m, kemudian belok ke utara sejauh 300 m Tentukan jarak dan perpindahannya?
d. Kecepatan dan Kelajuan
Kecepatan dan kelajuan dikenal dalam
perubahan gerak. Kecepatan termasuk besaran vektor, sedangkan kelajuan
merupakan besaran skalar. Besaran vektor memperhitungkan arah gerak, sedangkan
besaran skalar hanya memiliki besar tanpa memperhitungkan arah gerak benda.
Kecepatan merupakan perpindahan yang ditempuh tiap satuan waktu, sedangkan
kelajuan didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh tiap satuan waktu. Secara
matematis dapat ditulis sebagai berikut:
Kecepatan Rata-Rata dan Kelajuan Rata-Rata
Kecepatan rata-rata v didefiniskan
sebagai perpindahan yang ditempuh terhadap waktu. Jika suatu benda bergerak
sepanjang sumbu - x dan posisinya dinyatakan dengan koordinat -x,
|
|
|
Kecepatan sesaat merupakan kecepatan benda
pada saat tertentu. Kecepatan inilah yang ditunjukkan pada jarum speedometer.
Kecepatan sesaat pada waktu tertentu adalah kecepatan rata-rata selama selang
waktu yang sangat kecil mendekati nol, kecepatan sesaat dinyatakan oleh
persamaan:
|
|
e.
Percepatan
Di dalam kehidupan sehari-hari,
sangatlah sulit kita jumpai sebuah benda yang bergerak dengan kecepatan
konstan. Pasti benda akan mengalami perlambatan atau penambahan kecepatan
(dipercepat) dalam selang waktu tertentu. Perubahan kecepatan dalam selang
waktu tertentu inilah kemudian kita namakan sebagai percepatan. Percepatan
merupakan besaran vektor sehingga nilainya bisa positif atau negatif.
Percepatan positif artinya bahwa arah percepatan searah dengan arah perpindahan
benda, dengan kata lain gerakannya akan dipercepat. Sedangkan percepatan yang
bernilai negatif artinya bahwa gerakan benda sedang diperlambat. Besarnya
percepatan dinamakan sebagai perlajuan.
|
|
|
Percepatan Sesaat
Percepatan sesaat adalah perubahan
kecepatan dalam waktu yang sangat singkat. Seperti halnya menghitung kecepatan
sesaat, untuk menghitung percepatan sesaat, kita perlu mengukur perubahan
kecepatan dalam selang waktu yang singkat (mendekati nol). Secara matematis
dapat ditulis sebagai berikut. Percepatan sesaat dapat didefinisikan sebagai
percepatan rata-rata pada limit Δt yang menjadi sangat kecil, mendekati nol.
Percepatan sesaat (a) untuk satu dimensi dapat dituliskan sebagai berikut:
![]() |
| https://idschool.net/sma/percepatan-rata-rata-dan-sesaat/ |
Dalam hal ini Δv menyatakan perubahan yang sangat kecil pada kecepatan selama selang waktu Δt yang sangat pendek. Perhatikan dengan teliti bahwa kecepatan menunjukkan seberapa cepat posisi berubah sementara seberapa cepat kecepatan berubah disebut sebagai percepatan.
CONTOH SOAL
Sebuah mobil melaju kencang dengan kecepatan 90 km/jam. Pada saat pengemudi mobil menginjak rem, laju mobil mengalami perlambatan tetap sebesar 5 m/s2. Waktu yang dibutuhkan mobil hingga berhenti adalah ….
Pembahasan:
Informasi yang diperoleh dari soal adalah sebagai berikut.kecepatan awal: v1 = 90 km/jam
- kecepatan akhir: v2 = 0 km/jam (sampai mobil berhenti/tidak ada kecepatan)
- Perlambatan yang terjadi pada mobil: – 5 m/s2 (ada tanda negatif dikarenakan merupakan perlambatan yang arahnya berlawanan dengan kecepatan awal)
- waktu mulai mengerem: t1 = 0 s (waktu dimulainya perlambatan)
Perhatikan bahwa kecepatan awaldan kecepatan akhir memiliki satuan km/jam. Sedangkan perlambatan memiliki satuan m/s2. Sehingga, kita perlu mengubah salah satu satuan agar sesuai. Pada soal ini akan dirubah satuan km/jam ke m/s.
2.
Gerak
Lurus
Pernahkan kamu memperhatikan kereta api yang
bergerak diatas relnya?
Apakah lintasannya berbelok-belok?
Bahwasannya
lintasan kereta api adalah garis lurus, karena kereta apai bergerak pada
lintasan yang lurus, maka kereta api mengalami gerak lurus. Jika masinis kereta
api menjalankan kereta api dengan kelajuan yang sama, kereta api akan menempuh
jarak yang sama.
Gambar . Lintas rel Kereta Api Sumber : https://www.fisikabc.com/2017/05/gerak-lurus-beraturan.html |
Benda yang bergerak
dengan kecepatan tetap dikatakan melakukan gerak lurus beraturan, jadi syarat
benda bergerak lurus beraturan apabila gerak benda menempuh lintasan lurus dan
kelajuan benda tidak berubah.
Gerak lurus
adalah gerak benda yang lintasannya berupa garis lurus atau lintasan yang
relatif lurus pada selang waktu tertentu. Gerak lurus dibedakan menjadi dua
yaitu gerak lurus dengan kecepatan tetap yang disebut dengan Gerak Lurus
Beraturan (GLB) dan gerak lurus dengan percepatan tetap yang disebut dengan
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB).
b.
Gerak
Lurus Beraturan (GLB)
Gerak Lurus Beraturan adalah gerak suatu
benda pada lintasan yang lurus di mana pada setiap selang waktu yang sama,
benda tersebut menempuh jarak yang sama (gerak suatu benda pada lintasan yang
lurus dengan kelajuan tetap). Pada gerak
lurus beraturan, benda menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama
pula.
|
|
|
1. Berada
pada sebuah lintasan yang berupa garis lurus atau masih dapat dianggap sebagai
lintasan yang lurus
2. Kecepatan
benda tetap atau konstan
3. Tidak
Mempunyai percepatan (a=0)
4. Pada
kecepatan berbanding lurus dengan perpindahan dan berbanding terbalik dengan
waktu.
Contoh
Soal
Seorang
atlet sepeda, menempuh jarak 18 km selama 30 menit. Berapakah kecepatan dari
atlet sepeda tersebut?
Diketahui
:
s = 18 km (dijadikan meter –> 18 km x
1000 = 18000 meter)
t = 30 menit (dijadikan sekon –> 30
menit x 60 sekon = 1800 sekon)
Ditanya
v = ?
jawabannya
v = s/t
v
= 18000/1800
v
= 10 m/s
Contoh Soal 2
Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 72 km/jam. Pada jarak 18 km dari arah yang berlawanan, sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 90 km. kapan dan dimana kedua mobil akan berpapasan?
PQ | = v1t + v2t |
18.000 | = (20t + 25t) |
18.000 | = 45t |
45 t | = 18.000 |
t | = 400 s |
5.
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
a.
Pengertian GLBB
Gerak
lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak suatu benda pada lintasan lurus
dengan percepatan tetap (konstan). Percepatan tetap artinya baik besar maupun
arahnya tetap. Perbedaan utama GLBB dan GLB (Gerak Lurus Beraturan) adalah GLB
tidak mempunyai percepatan sedangkan GLBB mempunyai percepatan
(a).
Nilai a (+) pada GLBB disebut percepatan sedangkan
nilai a (-) pada GLBB disebut perlambatan. Contoh peristiwa GLB
adalah ketika kita melempar bola bowling ke sasaran tembak, laju kereta api
saat bergerak. Sedangkan contoh dari GLBB adalah saat pengereman mobil untuk
membuat mobil berhenti, seorang pebalap menurunkan laju kendaraannya saat di
tikungan.
Gerak
lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak lurus suatu obyek, di mana
kecepatannya berubah terhadap waktu akibat adanya percepatan yang tetap. Akibat
adanya percepatan rumus jarak yang ditempuh tidak lagi linier melainkan
kuadratik.
Silahkan membaca modul selanjutnya tentang Suhu dan kalor
Referensi
https://www.fisikane.web.id/2021/10/soal-dan-pembahasan-fisika-jarak-dan.html
https://kumparan.com/berita-unik/rumus-jarak-dan-perpindahan-beserta-contoh-soal-1ve7AvtLN7v/full
https://rumusrumus.com/rumus-kelajuan/
https://www.fisikabc.com/2017/05/gerak-lurus-beraturan.html
https://idschool.net/sma/percepatan-rata-rata-dan-sesaat/











.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar